Langsung ke konten utama

Jobfair dan Sharing Pengalaman



Medan, 26 September 2014
21.33 WIB

Assalamualaikum.

Hari ini aku menjalani aktivitas dengan cukup produktif. Setidaknya ada kegiatan yang aku lakukan untuk mengisi waktu, menghilangkan kepenatan selama masih berstatus mengejar impian. Ada Jobfair di salah satu kampus di kota ini. Aku mencoba kembali melayangkan surat lamaran dan daftar riwayat hidup ke beberapa perusahaan yang hadir di Jobfair hari ini. Ku buang jauh-jauh rasa putus asa yang terkadang sering datang ke benakku. Aku mencoba. Dan InsyaAllah akan terus mencoba. Hingga yang aku inginkan tercapai. Perusahaan yang membuka lowongan melalui Jobfair tersebut tidak begitu banyak. Namun, setidaknya ada beberapa perusahaan yang bisa aku masukkan lamarannya sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Ini ikhtiar. Rezeki sudah di atur oleh Allah. Dan aku selalu percaya, segala sesuatu akan datang pada waktu yang tepat menurut Allah. Jadi apabila dari usahaku hari ini belum mendatang rezeki, semua aku kembalikan pada Allah. Berarti mungkin belum takdirnya. 

Sepulang dari Jobfair tersebut, aku bersama teman mampir sebentar di sebuah Café. Sekedar makan selingan sambil sharing-sharing ilmu dan pengalaman. Alhamdulillah, aku banyak belajar dari sekedar mengobrol. Bagaimana perjuangan-perjuangan yang tidak mudah untuk meraih kesuksesan. Namun, segala sesuatu yang telah diniatkan dibarengi dengan usaha yang tak kenal putus asa, percayalah, akan mendatangkan hasil yang baik. Aku belajar bagaimana ia merintis usahanya yang terbilang bukan usaha pukulan besar, namun ia sudah bisa membahagiakan orangtuanya. Perlahan, tahap demi tahap, ia mulai berhasil merubah ekonomi keluarga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Apabila ditanya tentang perjuangannya? Tidaklah santai, tidaklah mudah. Semua serba dipikirkan dari awal hingga akhir. Bahkan sampai harus mengorbankan konsentrasi saat sedang dalam proses belajar di perkuliahan. Tidak perlu malu, karena itulah bagian dari meraih sebuah kesuksesan. Aku selalu ingat kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tidak ada kesuksesan yang diraih dari sebuah kemalasan. Tapi sukses akan datang dari aksi yang kita lakukan. Memulailah. Karena segala sesuatu yang kita inginkan dapat tercapai dengan memulai, mulai mencari informasi, mulai menjalankan tiap prosesnya. Bismillah, tetap semangat meraih mimpi! ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marketing Class on Friday, 15th January 2016

Note for Marketing Class Dewi Annisa Puspita Magister Program of Management and Business School of Business Institut Pertanian Bogor (SB IPB) ( www.mb.ipb.ac.id ) ( www.ipb.ac.id )   Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. ( www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id , www.sumarwan.staff.ipb.ac.id ,  sumarwan@i p b.ac.id   ) First Marketing Lecture on 15th January 2016 The second course that we have to learn on class was Marketing Management after Organization and Human Resources. This course was lectured by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. Describing at a glance about him so far, he is an attractive and nice lecturer. He is so friendly to all of students, he always waves his hand to us in every moment we meet. He also tries to know us more by having a short conversation in our meeting. Back to the main topic. Marketing is such an interesting subject I guess. Because marketing is the spearhead of a company. Without marketing inside, t...

Perbincangan pertama - Cuplikan (Part 3)

Bagiku malam itu terasa berbeda. Seperti ada sebuah daya yang datang, melaju melesat menghantarkan aliran listrik ke ragaku. Di saat yang bersamaan pula, gelombang elektromagnetik memancar dengan kecepatan cahaya dan frekuensi yang tinggi. Membawa sebuah energi. Ada apa ini? Tidak seperti biasanya. Sudah hampir larut pun aku masih enggan menemui kasur. Kepalaku masih tertunduk ke arah layar ponsel, dengan lihainya jari-jariku menari  menyusuri tombol keyboard. Sepasang mata yang tak beranjak dari layar, meski pancaran radiasi sudah memberikan efek lelah pada otot disekelilingnya. Tak usah kau tanyakan lagi bagaimana ekspresi wajahku membaca kata demi kata yang muncul pada perbicangan panjang itu. Entah kenapa obrolan di awal terasa sangat lepas. Ia menanyakan berbagai macam hal yang membuatku ingin banyak bercerita. Sesaat aku mulai asyik mengetik tapi beberapa detik kemudian tertegun dan tersadar. Baru saja kenal dan belum benar-benar mengenalnya. Makhluk asing dari dimensi mana i...

Sepasang Mata

Sepasang mata yang pernah menghujam itu. Membuat logika melayang. Ia pergi dari tempat semestinya. Apa yang sebenar-benarnya terjadi.  Yang membuat logika itu terhempas begitu saja. Yang ditanam kuat, kini tercabut sesuka hati. Tak bisa menyelaraskan logika. Ia dikalahkan oleh sebuah rasa yang tak kupahami. Berdegup kencang. Aliran darah berdesir, melewati pembuluh darah begitu cepat.  Sangat tidak masuk akal. DAP – Agustus 2017